Untuk Ekuivalensi

by - September 24, 2018



Ekuivalensi,

Barangkali
Itu kamu yang tersisi
Banyak memberi, tapi malah diacuhi
Kerja keras, namun masih disumpahi
Mencoba terbuka, hanya untuk ditutupi
Berdiri di tengah ramai, untuk dirasuki sepi
Dibilang sama, tapi sendiri dan meratapi
Diajar berharap, kemudian dijatuhi
Ekuivalensi,
Barangkali

**

Berawal dari banyak pertanyaan, mulai dari orang jauh sampai orang dekat, orang yang baru dikenal sampai sangat kenal -Apa itu Ekuivalensi? Di sini gue memulai ketikan di paragraf pertama.

Sama seperti foto di atas, vertikal. Dibanding foto horizontal dari kanan dan kiri, gue lebih suka foto vertikal dari atas ke bawah. Karena begitu perspektif gue dalam melihat hidup.

Bukan kanan atau kiri, tapi atas dan bawah.

Entah pengertian gue salah atau opini gue terlalu anti entusiasme, tapi bagi gue, kanan dan kiri hanya bagian dari atas dan bawah. Atas dan bawah mengingatkan gue dengan langit dan bumi. Di tengah-tengah, selalu ada sekat.

Sekat langit dan bumi. Itu ekuivalensi.

Ekuivalensi sendiri punya arti sama, setara, dan sebanding dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan dengan demikian, begitu gue menganggap semua orang yang hidup di sekitar gue sebagai ekuivalensi. Mereka sama, setara, dan sebanding dalam Kamus Besar Bahasa Gue Sendiri.

Banyak karya tulis gue -terutama di Wattpad yang jauh dari kesan ceria. Sesekali ada guyonan, humor, terima kasih untuk karakter Glendy Adijunior yang selalu jadi sumbernya. Pun demikian, bahkan seorang ahli guyon seperti Glendy punya sisi gelapnya sendiri.

Dalam menulis, gue gak melihat dari angle bahagia, melainkan angle muramnya, sedihnya, dukanya. Kenapa? Karena dengan bermuram, bersedih, berduka, seringkali gue bisa jauh lebih bersyukur dan akhirnya bisa menemukan angle bahagia gue sendiri.

Begitu juga yang gue rasakan saat membaca kolom komen, direct message, e-mail, atau pesan apapun yang selalu ditulis dengan sepenuh hati dan tulus oleh pembaca gue. Awal mula gue membaca dengan menggebu-gebu, kemudian langsung membalasnya tanpa pikir panjang. Namun semakin banyak cerita yang masuk ke dalam inbox, gue justru lebih ingin menikmatinya. Menikmati bagaimana cara pembaca gue -kalian, berbagi muram, sedih, dan duka kalian sampai akhirnya kalian menemukan angle bahagia kalian sendiri.

Sebab setiap gue ingin mengetik sesuatu sebagai balasan, gue merasa mengerti akan hidup kalian di saat sesungguhnya gak ada satupun orang yang bisa mengerti kalian selain diri kalian sendiri. Yes, you are the best listener, the best adviser to your own self. Because you know exactly what's going on in your life. So, have faith on you, darlings.

Tulisan ini gue dedikasikan sebagai bentuk terima kasih, rasa syukur, balasan, ungkapan hati dari gue untuk kalian yang selama ini sudah berbaik hati menyelami cerita gue -bukan hanya membaca, tapi mendengar dan mengerti.

Terima kasih sudah hidup lebih baik, terima kasih sudah menangis, terima kasih sudah berbagi batin dengan semua karakter yang pernah gue tulis. Terima kasih sudah mengizinkan mereka mampir -bahkan tinggal di hidup kalian.

Untuk kamu yang kehilangan namun tak bisa mencari,
Gak apa-apa. Ini fasenya buat kamu berpamitan dengan sesuatu yang bukan sesungguhnya. Nangis sekuat tenaga, teriak sejadi-jadinya. Jangan enggan karena merasa malu. Mereka yang gak mengerti gak pantas menyuruh kamu bungkam. Mereka yang bilang paham belum tentu punya ilmu soal kehilangan. Mereka yang menyuruh lupa belum tentu tidak pernah ingat. Jadi, kehilanganlah. Kehilangan yang banyak. Kehilangan yang dalam. Kehilangan yang terus menerus. Kehilangan sampai kamu puas.

Untuk kamu yang belum cukup baik meski sudah berusaha,
Sehabis belum, selalu ada akan. Jika hari ini kamu belum cukup baik, besok kamu akan baik. Bahkan lebih baik.

Untuk kamu yang tetap tinggal namun ditinggalkan,
Jangan pergi ke mana-mana. Tetap di tempatmu, di situ kamu tinggal. Kalau ada yang mampir, bukakan pintu. Jangan tutup pintunya. Biarkan terbuka terus. Supaya kalau dia ingin pergi, dia bisa langsung pergi. Tanpa pamit dulu. Tanpa bilang-bilang dulu. Sebab sudah seharusnya dia pergi. Sudah seharusnya dia gak tinggal di tempat kamu. Kamu cuma butuh terbiasa. Dan terbiasa akan selalu dibantu waktu.

Untuk kamu yang disudutkan meskipun berhak kecewa,
Ucapkan terimakasih, sudah menyakiti kamu sedalam ini. Tumbuh yang tinggi, kokoh. Buat fondasimu sendiri, pilih perabotmu sendiri. In the end, you are the one who choose the people around you. Tutup telinga pada apa yang mereka bilang. Kamu jelek, kamu buruk, kamu racun, kamu jahat, terserah. Kamu yang tau siapa kamu, untuk apa kamu hidup, kenapa kamu menjalani hidup yang seperti ini.

Untuk kamu yang gak diberi kesempatan sekalipun sudah mencoba,
Jangan minta kesempatan pada mereka. Tapi sama waktu, sama keadaan, kapan kamu akan dapat kesempatan itu? Kesempatan bukan manusia yang kasih. Kesempatan datangnya dari usaha, kerja keras, sabar. Kalau sudah melakukan ketiganya, tinggal tunggu waktu yang jawab.

Untuk kamu yang maafnya gak termaafkan,
Telan pahitnya, dan belajar untuk maafin diri sendiri. Hidup ini dikasih Tuhan bukan cuma untuk mereka yang gak pernah salah dan bersih dari dosa. Tapi juga buat kamu, kita, semua orang, entah mereka pernah buat salah, dosa, atau jahat. Sesalah apapun kamu di masa lampau, kamu juga pantas hidup. Kamu pantas tertawa hari ini dan bertemu dengan orang-orang yang menerima kamu, bukan cuma maafmu. Hidup.. Hidup terus.. Hidup selamanya.. Hidup penuh maaf..

Dengan demikian, selesai sudah.
Ucapan terima kasih dan ungkapan hati.
Eventhough it's totally rare for me to say this, but it's true that I keep going in writing because of you
And I will never stop writing to make you guys live better and happier.

Salam,
Val

You May Also Like

41 comments

  1. Nangis bacanya Val.. Huhu..Membaca dengan sepenuh hati ,sampai mengerti maksud dari tulisan" kamu,lalu di refleksikan dalam hidup ini.
    Selalu salut sama kamu.. πŸ’™πŸ’™πŸ˜Š

    ReplyDelete
  2. I love this!! Terlalu sayang sama valee ����

    ReplyDelete
  3. Jangan lupa bahagia ka val ☀πŸŒ™

    ReplyDelete
  4. Kak vale❤️ intinya aku sayang banget sama kak valee❤️❤️❤️❤️

    ReplyDelete
  5. Kk val, makasih buat tulisan nya . Tulisan kakak banyak ngubah cara pandang aku tentang hidup.

    ReplyDelete
  6. Mau manggil kak.. Tapi tuaan aku..

    I love you Val! ��

    ReplyDelete
  7. Thank you kak vale untuk semua tulisan yang pernah ada dan yang sanggup menyampaikan segala pesan yang berarti didalam tulisan ka vale ❤

    ReplyDelete
  8. Padahal virtual tapi rasanya ada yg naruh bawang :'(

    ReplyDelete
  9. Terima kasih untuk Kak Val. Saya sebagai pembaca selalu merasa terbangun dengan tulisan-tulisan yang Kak Val buat, dengan masukan-masukan yang Kak Val beri. Membuat saya melihat sudut pandang dari beberapa karakter yang membuat saya tahu bahwa apa yang saya lihat tidak selalu benar adanya, dan membuat saya bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang. Sekali lagi, terima kasih.

    ReplyDelete
  10. Mewakili perasaan yg seminggu ini berat di hati akhirnya lega karna baca ini. Terimakasih banyak kak val, kakak sekaligus sahabat aku����

    ReplyDelete
  11. Makasih banyak Kak Val, buat tulisan yang tanpa disadari jadi semangat hidup buat gua dan mungkin juga banyak orang. Terimakasih banyak sudah menyampaikan kata demi kata lewat karya kakak yang tidak berani atau mungkin belum bisa gua secara khusus sampaikan ke orang yang harus menerimanya. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mewakilinya. Semoga selalu bahagia Kak Val 😊

    ReplyDelete
  12. Kak vale Thankyou ya ❤. Dari setiap tulisannya kakak. Aku jadi orang yang banyak berubah. Intinya makasih karna tulisan kakak bener bener membuat hidup saya berubah ❤

    ReplyDelete
  13. Terimakasih kak valerie 😊

    ReplyDelete
  14. Aku nangis pas baca 'untuk kamu yang kehilangan tapi tak bisa mencari',dan klimaks nya di 'untuk kamu yang maaf nya gak termaafkan'. Sampe sekarang aku merasa bersalah sama almarhumah nenek ku karena merasa beliau pilih kasih ke salah satu sepupu ku, aku pikir karna aku tinggal jauh dan jarang ketemu nenek akan bikin nenek ku makin sayang sama aku. it's still hurt back then ketika aku menyesal belum pernah ngomong sayang ke beliau, aku pengen banget bisa seenggaknya cari perhatian nenek waktu itu tapi aku malah sibuk sama pikiran2 ku yg impulsif. Dan dari situ kak val, aku belajar menghargai porsi yg udah orang2 kasih untuk menempatkan kita di hati nya, aku gak bisa maksa apalagi menghakimi.
    Aku harap kakak sempet baca komen ini, you deserve much love from us kak val, kamu yang udah mengubah sisi kelam kita jadi terang dari sudut yang hanya bisa dimengerti oleh diri kita sendiri☺️❤️

    ReplyDelete
  15. Kak vale terima kasih 😭.berkat baca tulisan kakak aku lebih bersyukur buat ngejalanin ini semua untuk lebih baik & lebih baik lagi.. semangat buat nulisnya kak ☺

    ReplyDelete
  16. Kak ValπŸ’™πŸ’™ You always amazed me with your words.

    ReplyDelete
  17. terimakasih telah hadir ke dunia. kamu diciptakan untuk banyak menginspirasi πŸ’›

    ReplyDelete
  18. Kak val makasih banget buat karya" yang dibuat kak val. Jujur setelah aku baca karya" kak val, aku jd lbh mennghargai dan mencintai diriku sendiri. Pokoknya makasih banget kak. Aku suka bgt sama kak val❤ aku harap suatu saat nnti bisa ketemu sama kak val❤
    -Rima

    ReplyDelete
  19. Kak val makasih banget buat karya" yang dibuat kak val. Jujur setelah aku baca karya" kak val, aku jd lbh mennghargai dan mencintai diriku sendiri. Pokoknya makasih banget kak. Aku suka bgt sama kak val❤ aku harap suatu saat nnti bisa ketemu sama kak val❤
    -Rima

    ReplyDelete
  20. Thank you kak vale for all your words

    ReplyDelete
  21. Thank you kak vale for all your words

    ReplyDelete
  22. Thank you so much kak Vale buat tulisannya yang sungguh menginspirasi dan dari sini aku bisa belajar banyak hal, bahkan sampe hal hal kecil yang ga pernah aku sadari❤

    ReplyDelete
  23. Thank you kak vale for all your words

    ReplyDelete
  24. πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

    ReplyDelete
  25. Untuk kak Vale yang sudah mewarnai hidupku.

    Terimakasih kak, dari cerita kakak aku bisa mengerti gimana hidup itu. Bagaimana aku harus mencoba menghargai dan mengerti arti hidup itu, dari cerita kakak aku berusaha untuk menjadi diri aku sendiri, mencoba menerima kenyataan yang ada, mencoba mengerti keadaan sekitar, dan selalu terus menerus mencoba mengerti apa yang diri ini inginkan. Kak, sebelum kenal kakak aku banyak mengeluh dan frustasi dengan apa yang kupunya, tapi kakak cukup membuatku menghilangkan rasa-rasa itu yang berusaha membuatku jatuh. Dari kakak aku belajar untuk cukup bahagia, karna seperti yang kakak tulis, kita akan cukup bahagia, tidak lebih dan tidak kurang. Makasih kak, semoga kakak juga bahagia selalu♡

    Dari,
    Pembaca yang terus mencoba mengerti.

    ReplyDelete
  26. Aku gatau harus ngomong apa. I just love it, so much.
    Terimakasih. Terimakasih karena sudah ada di bumi dimana aku berpijak. Terimakasih karena sudah memilih untuk menulis, menginspirasi, dan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan yang dulu gak pernah aku pahami. Terimakasih for creating Deverra, Ares, Audirga, Glendy, Detrian, Dion, Ardan dan semua karakter yang ada di ceritanya kak Vale, the best characters i've ever read.
    Tulisan kak Vale, quotes, semuanya, benar² mengajarkan aku tentang banyak hal. Aku sayang kak Vale walaupun gapernah ketemu, gapernah kenal secara personal, hanya melalui tulisan², gatau kenapa, tapi aku sayang.
    Aku nangis waktu baca bagian "untuk kamu yang kehilangan tapi tak bisa mencari". Aku kangen neneku kak. 26 Agustus dia pergi, dan aku gak sempat bilang that i love her so much, aku pergi saat dia gak ijinin aku, aku gak pulang saat dia bilang kangen, dan akhirnya dia juga pergi tanpa bilang. Hatiku sakit kak Vale. Tapi darisitu aku belajar untuk terus lebih baik, untuk diriku, untuk orang² disekitarku. Belajar memahami diriku sendiri, memahami orang² disekitarku. Belajar untuk menghargai apapun yang aku punya sekarang.
    Kak Vale banyak memberi inspirasi untukku. Terimakasih ����
    Jangan lupa bahagia hari ini, besok, dan seterusnya. Tuhan memberkati Kak ��

    ReplyDelete
  27. aaaa kak valeeee ❤❤❤❤❤❤

    ReplyDelete
  28. Kak Val.....
    Makasii buat tulisannya. Terutama untuk seorang Alisandra Adijunior dan Ardan Bramansa Limiardi.
    Terima kasih untuk setiap kata yang kamu rangkai.


    Terima kasih ❤❤❤❤❤❤

    ReplyDelete
  29. Love u kak Vale❤😭
    Terimakasih sudah menginspirasi😭

    ReplyDelete
  30. Terimakasih untuk kak valeyg selalu mendeskripsikan perasaan,suasana lewat kata yg terlewat bagus. Untuk membuat pembaca kak vale merasa semangat lagi,harus bahagia,harus bisa berdiri kembali. Terimakasih,karena kak vale membuat segilintir orang tidak merasakan kesendirian dalam hidup. Terimakasih. Sayang kak vale,semoga kakak sehat selalu ..

    ReplyDelete
  31. Thankyou Valerie❤
    Kamu buat banyak orang lebih menyayangi diri sendiri, and it mean so much for me❤
    Jangan lupa bahagia❤

    ReplyDelete
  32. kak Val, I adore u so much kak❤️ terus berkarya, jangan lupa bahagia!

    ReplyDelete
  33. Terima kasih atas sudah membuat kata yang begitu luar biasa bagusnya πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

    ReplyDelete
  34. demi apa kak Vale aku baca ini nangis. Terima kasih kak Vale selalu jadi pengingat hal yang baik. untuk selalu mengingatkan bersyukur. aku ga pernah suka sama penulis karna aku bukan penggemar berat buku, tapi Kak Vale, penulis pertama yang jadi favorit aku.

    ReplyDelete
  35. Demi apa aku nangis baca ini 😭 Terimakasih kak val. Berkat baca tulisan ini, aku lebih bersyukur buat ngejalanin ini semua untuk lebih baik & lebih baik lagi. Sayang kak valπŸ’– Jangan lupa bahagia...

    ReplyDelete