Mulai Sebagai Gue

by - September 01, 2018

Sebelum mulai menulis di blog ini, ada debat internal dalam diri gue sendiri tentang bagaimana cara terbaik untuk gue memulainya -Apakah gue harus sebagai Valerie Patkar di Instagram? Apakah gue harus sebagai Valerie Patkar di Twitter? Apakah gue harus sebagai Valerie Patkar yang baru menulis satu buku? Apakah gue harus sebagai Kaisoone? Apakah gue harus sebagai si dia yang ada di kepala kebanyakan orang?

Sampai akhirnya gue memutuskan, gue hanya akan menjadi Valerie.

Valerie yang seperti lo baca sekarang. Valerie yang gak berusaha untuk menjadi sosok ini, dan sosok itu. Valerie yang ala kadarnya. Valerie yang bisa menulis di sini tanpa berpikir lebih panjang tentang apakah gue harus begini? Apakah gue harus begitu?

Keputusan gue untuk mulai menulis di sini dimulai dari banyak-nya direct message yang gue dapat secara pribadi hampir di semua media sosial. Isinya bermacam-macam -ada yang curhat, ada yang berbagi sampai ke sisi detil hidup mereka, ada yang mengekspresikan perasaan mereka tentang cerita yang gue baca, ada yang memberi dukungan berarti untuk gue.

Sayangnya, gue bukan orang yang bisa membalas semua hal satu per satu. Mungkin gue bisa, tapi gue enggan melakukannya.

Sometimes, I feel it -being too personal with someone else easily can lead you to many things; you are being nice, you are being kind, you are being polite, you are being good. Or else, you are being someone else, you put too much hope on someone, you always tend to try your hardest to please someone, or you can hurt someone without even realizing it.

Gak kok.

Gue gak menyadari itu sejak lama. Mungkin baru-baru ini. Atau malah sejak beberapa hari kemarin.

Lalu, kemudian gue sampai di fase berbagi lewat media sosial -dalam kasus ini, gue menggunakan Instagram, dengan tujuan, gue bisa setidaknya menumpahkan secuil apa yang gue lihat dan rasakan dalam satu hari, dan menjadikan itu sebagai pengalaman, buku pedoman untuk yang membaca supaya mereka bisa hidup lebih baik lagi.

But wait, what?

Gue bahkan bukan guru. Hidup gue bahkan belum masuk kategori baik. Yang harus gue pelajari masih banyak.

Jadi buat apa mengajar kalau gue sendiri butuh pelajaran?

Media sosial gak membuat diri gue menjadi gue. Analoginya sama persis seperti ketika lo gak sengaja bercanda dengan teman lo, dia mengucapkan sesuatu yang lucu sampai membuat lo tertawa terbahak-bahak, tapi ketika lo ingin mengabadikannya lewat Insta Story, sesuatu yang lucu itu gak terdengar lucu lagi.

Garing.

Palsu.

Gak apa adanya.

Sampai akhirnya di sinilah gue. Menulis tanpa berpikir dua kali. Menjadi spontan tanpa takut jadi kejam.

Ini yang gue lihat. Ini juga yang gue rasakan. Ini pula yang gue pikirkan.

It flows like crazy. Yet as crazy as it is, that's me.

Ini tulisan dari seseorang yang masih dalam perjalanan panjang untuk menerima dirinya sendiri sebagai apa adanya dia. Belajar banyak dari pembaca yang nggak hanya memberinya dukungan, tapi juga pesan dan cerita. Berjalan bersama mereka yang menyaksikan siapa dia, untuk menjadi dia, tanpa ingin menjadi siapa.

Claires, Nonversation, Loversation, Vevia, atau cerita lain. Mereka cuma bagian kecil dari seberapa sederhananya gue berpikir. Sama sederhananya dengan apa yang akan kalian baca di sini. Mungkin ini cuma tentang hari Senin gue yang ketemu Tukang Gojek ramah, atau tentang gue yang gak sengaja melihat seorang bapak dengan jempolnya yang tanpa kuku, atau tentang pagi di musim panas yang tiba-tiba hujan dan gak ada matahari, atau tentang kegagalan yang gak pernah kunjung menemukan keberhasilan.

Atau malah, cuma tentang cerita yang kalian bagi pada gue di direct message yang gak pernah gue balas.

Cuma itu.

Dan sesederhana itu.

Jadi, selamat datang di sini.

You May Also Like

15 comments

  1. Terima kasih karena udah mau nulis, Kak Vale. Sehat selalu.
    -From Ternate, with love.

    ReplyDelete
  2. Dari semua cerita kakak, apapun itu,saya seperti menemukan diri saya sendiri. So, i hope you will keep writing ya kak.
    Salam istimewa dari Yogyakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola! Terima kasih banyak. It means a lot to me.
      Salam balik untuk Yogyakarta!

      Delete
  3. Makasih kak buat pencerahannya selama ini :) buatku apa yg kak vale tulis atau kak vale bagi disosmed bnyak membantuku buat berfikir lebih rasional tetnang kehidupan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang terima kasih karena ceritanya udah dibaca πŸ˜„πŸŒΌ

      Delete
  4. tetap menjadi kak valerie yang kita kenal ya, sederhana tapi bermakna 😊

    ReplyDelete
  5. Justru kita sama" belajar dari hal" yg kamu bagi itu Val.. Hal" sederhana yang malah terkadang lupa untuk disyukuru.Tetap ga pernah bosen untuk bilang terimakasih telah menjadi Valerie yang menulis dengan segenap hati kamu. Kaya kata kamu apapun yang ditulis dengan hati pasti baik. Tetaplah menjadi Valerie yang seperti ini,seperti kamu yang sesungguhnya. Terimakasih & tetaplah semangat untuk menulis yang bs jadi pengingat kami semua. :)) love <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aurel! I always find you everywhere to support me and that's so precious. I wish that your kindness could not only change your life to be a much better one, but also change other people. They need to know someone like you does existπŸ˜„πŸŒΌ

      Delete
  6. Justru saya yang makasih Kak Val. Makasih udah bikin karya yang bermakna dan menginspirasi banyak orang. Semua orang punya perspektif tentang hidup yang beda-beda. Sama kayak Kak Val pernah tulis, baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Kita gak bisa buat semua orang suka sama apa yang kita buat karena semua orang punya hak mereka untuk suka ataupun gak sama sesuatu. Ibaratnya kita cuma bisa kayak saringan, kita gak bisa ngontrol orang mau ngomong apa tentang kita, tapi diri kita bisa menyaring kata-kata apa yang pantas untuk kita masukin ke hati. Yang baik kita ambil, yang buruk kita buang. Keep writing Kak, semangat terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak Maria. God bless you πŸ˜„πŸŒΌ

      Delete
  7. asik aktif lagi ya seus di blog ._.

    ReplyDelete
  8. Terimakasih udah bikin cerita yang luar biasa kak. Dari cerita kakak aku lebih banyak belajar, dari cerita kakak juga aku banyak menemukan jawaban dari pertanyaan yang gak bisa aku jawab sendiri. Terimakasih kak karena kak vale bukan cuma menghibur tapi juga mengisnpirasi. Sekali lagi terimakasih kak❤ sehat terus kakπŸ’ž

    ReplyDelete